CONTACT US

 

 

           

123 Street Avenue, City Town, 99999

(123) 555-6789

email@address.com

 

You can set your address, phone number, email and site description in the settings tab.
Link to read me page with more information.

DIARI VISUAL | Fetish ala Ann Demeulemeester

Blog (INA)

Duo penari terkenal dari Jepang AyaBambi dalam kolaborasi oleh AnOther Magazine

DIARI VISUAL | Fetish ala Ann Demeulemeester

Diana Rovanio

Mode yang menggugah itu layaknya musik rock: penuh dengan anarki dan pemberontakan
— Ann Demeulemeester

Ditulis Oleh: Diana Rovanio

Memadukan bahan transparan, kulit dan 'spikes' tentunya bukan hal pertama yang muncul di kepala ketika kita membayangkan paduan yang elegan. Koleksi ini membuktikan bahwa mungkin saja memadukan ketiga hal tersebut dan tetap tampil anggun. Meskipun saya tidak yakin bahwa saya bisa memakai atasan transparan yang ada di koleksi ini (mungkin bisa kalau tukeran badan sama Kate Moss hahaha) tapi saya suka sekali dengan baju-baju yang ada di koleksi ini. Ketika diperhatikan lebih rinci, banyak sekali celana dan mantel dengan detail-detail yang menarik serta aksesoris yang keren abis (contohnya kalung metal berduri) yang langsung mau saya tambahkan ke koleksi saya.

Saya memang merupakan seorang penggemar dari aestetik Gothic dan minimalis dari brand Ann Demeulemeester. Saya sempat ingat saat dimana saya pergi ke Antwerp dan di sebuah toko vintage, saya menemukan baju Ann Demeulemeester yang keren banget. Begitu coba.. yah resletingnya macet, karena ukurannya terlalu kecil (duh sedihnyaa). Andai saja badanku bisa disedot masuk ke bajunya (angan-angan tiap wanita ketika hal seperti ini menimpa ga sih?). Untuk kalian yang mungkin tidak familiar dengan brand ini, saya ingin berbagi sedikit mengenai latar belakangnya:

Demeulemeester adalah salah satu dari enam designer legendaris yang dijuluki Antwerp Six, mereka layaknya ombak yang merevolusionasikan dunia mode di tahun 1986 dan membuka jalan bagi arus kreativitas semenjak itu. Ia memiliki gaya yang kuat dan unik dan telah mempengaruhi banyak designer di dalam perjalanan karirnya. Ia telah menjadi bagian tetap dari Paris Fashion Week sejak show koleksi wanita pertamanya di tahun 1992 (Ia kemudian meluncurkan koleksi busana pria secara terpisah di tahun 2006). Demeulemeester adalah salah satu designer pertama yang menjadikan pengaruh kultural seperti musik punk dan rock serta puisi gothic dan romantik sebagai bagian utama dari karyanya, Ia membuka jalan bagi designer seperti Raf Simons dan Rick Owens.Ia selalu lebih mengutamakan evolusi bertahap dari gaya uniknya daripada meloncat dari tema ke tema.
— Eugene Rabkin, Business Of Fashion, 20/11/2-13

Yang mengesankan untuk saya ketika melihat para model berjalan di runway adalah kontras dari tiap look/paduan yang ditampilkan. Image wanita yang kuat dan tegas terpancar dari tiap tampilan meskipun material yang digunakan oleh Ann terlihat rapuh dan lembut (yah mungkin kecuali rompi dengan metal berduri yang kujudulkan 'landak rockstar'). Rompi kulitnya memberikan sentuhan fetish dalam tampilan. Saya juga menyukai detail-detail terbuka di bagian belakang baju, terutama di model gaun malam (warning: saya penggila baju backless jadi mungkin pendapat saya tidak objektif). Kesan yang tertinggal untuk saya adalah para wanita ini, meskipun memakai pakaian yang sangat minimalis dan terbuka, namun aura dan cara mereka membawa diri mereka sangat penuh dengan kekuatan, seakan memakai pakaian pelindung yang terbuat dari baja.

Melihat bagaimana busana ini dipadukan, memberi saya ide untuk memadukan bahan yang lebih tipis atau transparan sebagai aksen dalam pakaian keseharian. bagaimana denganmu? apa pendapatmu mengenai mencampurkan bahan transparan ke dalam pakaianmu? kalau ada yang punya tips, jangan ragu-ragu untuk berkomentar! <3

 

All Images & Video by Diana Rovanio. All Rights Reserved

Test