CONTACT US

 

 

           

123 Street Avenue, City Town, 99999

(123) 555-6789

email@address.com

 

You can set your address, phone number, email and site description in the settings tab.
Link to read me page with more information.

WAKE UP JO!

Blog (INA)

Duo penari terkenal dari Jepang AyaBambi dalam kolaborasi oleh AnOther Magazine

WAKE UP JO!

Diana Rovanio

// Klik di atas untuk memulai video//

Week-end kemarin saya sempat berbincang dengan Septa Una (Septa Absharin Husna) yang dikenal dengan panggilan akrabnya Una. Una adalah salah satu anak muda kreatif Indonesia yang berkarya di Paris. Pada tanggal 5 Desember kemarin ia meraih penghargaan terbaik dalam kategori Student Prize di festifal film terkemuka ASVOFF (www.asvoff.com) untuk filmnya yang berjudul JO! 

Festival film ini diluncurkan pada tahun 2008 oleh blogger ternama Diane Pernet. Film-film yang terpilih di dalam seleksi festival ini kemudian ditayangkan di berbagai penjuru dunia di berbagai institusi prestigius seperti "The Barbican", "The Guggenheim" dan "Cannes Film Festival". Festival ini juga banyak mengundang tokoh-tokoh ternama seperti Nick Knight, Nobuyoshi Araki, Tilda Swinton, Steven Klein, Chloe Sevigny, Dita Von Teese, Bruce Weber and Ryan McGinley, Yves Saint Laurent, Gucci, Gareth Pugh, Sergio Rossi, Hussein Chalayan, Rodarte, Givenchy, Yohji Yamamoto & Thom Browne, dsb. Tahun ini Jean Paul Gaultier adalah presiden dari anggota juri. Acara penghargaannya berlangsung di  Centre Georges Pompidou (museum of contemporary art di Paris).

Jean Paul Gaultier, Septa Una & Pascal Mourier © Christian Tarro Toma - www.ctarrotoma.com

Diana: Ok Una, boleh cerita sedikit tentang kamu? bagaimana kamu awalnya bisa studi ke Perancis?
Una: Pas SMA aku emang ingin kuliah di luar negeri, lalu ibu aku nawarin buat kuliah di perancis Lewat euromanagement tahun 2010 bulan januari aku sampai di Perancis.
 

Diana: Lalu awal studinya kamu belajar bahasa Perancis dulu atau langsung masuk kuliah di sini?
Una: Sekitar 5 bulanan intensif bahasa perancis di indo, lalu sampai perancis. Sambil nunggu jawaban uni, aku ngambil kelas bahasa Sekitar 3 bulanan di Caen, Basse normandie
 

Diana: aku lihat kamu kuliah di Jules Verne di Picardie? itu ambil jurusan apa Una?
Una: Iya aku ambil cinematographie sampai master 1. Lalu aku lanjut master fashion communication di Atelier Chardon Savard paris. Sekarang aku di tahun kelima.

Diana: Kamu memang dari awal tertarik untuk cinematographie? dan kenapa kamu pilih lanjut di atelier chardon savard? :)
Una: Awalnya sih mau masuk arsitektur. Hahah. Ga ada hubungannya. Tapi si euro management sok tau. Dia bilang aku harus masuk art dulu buat nanti lanjut ke arsitektur. Karena aku suka foto dari SMA. Aku milih jurusan yang ada hubungannya sama foto. Jadi milih cinematographie deh. Setelah itu aku ambil fashion communication. Soalnya aku juga suka fashion dari dulu. Di atelier chardon savard soalnya dari yang kulihat, di sekolah mode yang lainnya belum ada jurusan komunikasi dan memang programnya cukup menyeluruh.

image courtesy of Septa Una

Diana: Terus gimana asal-usul ide untuk film Jo! ?

Una: Jo! itu sebenernya tugas akhir tahun pas aku di quatrieme annee (tahun ke-empat). Jadi anak2 komunikasi dikasih tugas untuk buat film tentang koleksi anak-anak design. Aku dapat Brand Siqiwu atau 547 yang asalnya dari Cina. Lalu di film jo, aku memang lebih fokus dalam nunjukkin atmosphere atau stylenya si brand siqiwu bukan sekedar baju-bajunya aja. Judulnya jo! berasal dr nama asli actressnya Josephine Peeters.
 

Diana: Terus scriptnya kamu yang tulis sendiri atau kolaborasi?
Una: Sendiri
 

Diana: Dapat ide konsep ceritanya darimana una?
Una: Inspirasinya dari mana-mana. Film2 di vimeo. Lalu foto-foto di internet Dan karena aku sangat tertarik di bagian visual.  Dari awal memang udah kepikiran untuk enggak pakai dialog, cuman monolog, itupun dikit banget. Ini supaya bagian visualnya yang ditonjolkan jadi pusat perhatian utamanya.
 

Diana: kenapa akhirnya bisa sampai ke ide menunjukkan rutinitas dan pemberontakkan dari rutinitas tersebut?
Una:  Itu berawal dr karakter aslinya siqiwu. Yang orangnya bodo amat-an alias cuek abis. Terus juga karya bajunya dia agak enfantin (kekanak-kanakkan) lalu dicampur juga sama curhatan aku tentang hidup, curhatan tentang rutinitas di dunia ini yang sangat membosankan. AhhahahDiana: hahah yah ngerti juga sih, memang semakin kita tambah besar, jiwa kekanak-kanakkan itu kadang makin pudar dan waktu kita sering dimakan dengan rutinitas hidup.


Diana: Terus tema warnanya diambil dari koleksinya siqiwu?
Una: Iyaa :)

Diana: syutingnya berapa lama una?
Una: 3 hari. Timnya temen2 aku sendiri

Diana: Syutingnya dimana dan gimana cara kamu mendapatkan lokasinya?
Una: Syutingnya di amiens, kota tempat aku tinggal. Aku tiap hari bolak-balik antara Amiens-Paris karena sekolahku di Paris dan sekarang magangnya juga di Paris. Waktu syuting karena memang ga ada budget, jadi aku cari akal untuk manfaatin yang ada aja. Cameramannya sahabat aku. Lalu syutingnya di apartemennya kakaknya josephine.
 

image courtesy of Septa Una

Diana: Terus gimana dapetin ijin untuk toko yang Jo kerja dan bagaimana kamu menentukan lokasi-lokasinya?

image courtesy of Septa Una

image courtesy of Septa Una

Una: Jadi itu restoran dimana aku lumayan sering beli makanan. Terus aku perhatikan dekornya sewarna sama bajunya siqiwu. Aku nanya boleh enggak syuting disitu, Terus dibolehin :) Yang punya baik bgt. Kita nentuin lokasinya bedasarkan ide dan skenarionya. Untuk apartemen, aku memang sengaja nyari yang style jaman sekarang bukan yang bangunan kuno. Terus kebetulan si kakaknya jo punya apartemen kayak gitu. Lokasi lainnya di taman dekat rumah


Diana: Ada objek-objek yang kamu ciptakan khusus untuk film ini?
Una: Paling balon-balon yang kita tempel di tembok, Oh sama tulisan comfort zone dan where the magic happens yang dibingkain.

Diana: Adegan apa yang paling susah until di shoot?
Una: Yang paling susah itu adegan terakhir, Scene yang jo menghilang karena untuk efek dimana si jonya hilang dan bajunya kempes Itu kita bolak-balik cari akal untuk bikinnya. akhirnya kita akalin pakai tas plastik sampah

image courtesy of Septa Una

Diana: Itu bagaimana caranya?
Una: Jadi kita bikin form orang. Lalu dimasukin ke bajunya jo. Lalu kita masukin udara lewat pengering rambut Ngerti ga ? Jadi si pengering rambutnya kita lepas dr si tas plastik itu. Maaf ya , aku aga kesusahan ngejelasinnya.
Diana: Jadi kamu ambil plastik sampah, dibentuk badan orang dan dikembungin dengan udara panas dr hairdryer, terus supaya kempes, kamu tarik hairdryernya dari si tas plastik
Una: Betul
Diana: Keren efeknya di film, benar-benar kelihatan menghilang :) 

image courtesy of Septa Una

image courtesy of Septa Una

Diana: Ada kejadian paling seru apa/ memorable waktu kamu shooting ?
Una: Momen-momennya semuanya seru, karena memang kita enjoy banget, enggak ada pressure. Yang memakan waktu lama itu karena kita kadang agak kesusahan di "cadrage" (framing). Terutama karena apartemennya kecil banget! Jadi enggak ada jarak yang cukup untuk mundur dan ambil gambar penuh seperti yang kita mau. Kita juga sempet berdebat gimana cara ngakalinnya. Akhirnya kita mutusin untuk ganti cadrage. Misalnya tadinya mau travelling ke depan jadi nyamping.

Diana: Di akhir ada tulisan production company Manarr apa peran mereka dalam film ini?
Una: Iya, mereka yang mengedit. Itu sebenernya perusahaan sahabat aku namanya Simon Lemarchand dan temannya; Julie Chevalier yang jadi DOP (Director of Photography / sinematografer) dan cameraman di film Jo! 

Diana: boleh dijelaskan DOP itu perannya gimana untuk shooting?
Una: Dop itu Director of Photography yang ngurusin framing, lighting, dan juga segi-segi teknis yang digunakan untuk merealisasikan film ini.

Diana: Oh iya, untuk lagu-lagunya itu ditentukan dari awal atau sesudah shooting?
Una: Sesudah

Diana: Voice-over dan modelnya itu teman-teman kamu juga atau kamu special casting?
Una: Voice overnya itu temannya si simon, Itu lucky banget Karena suaranya bener-bener bagus.

Diana: iya suaranya pas banget!
Una: Iyah :)

Diana: Terus gimana rasanya waktu menang ASVOFF
Una: Seneng! Akhirnya bisa bikin bangga orang tua
Diana: Iya ya apalagi ditayangin di centre pompidou!! Kamu ketemu Jean Paul Gaultier juga? :)
Una: Iya di panggung pas dia ngasih trophy nya :)
Diana: Wah hebat :D Semua teman-teman yang kolaborasi bikin film ikut datang juga di malam penganugrahannya?
Una: Ada si josephine dan tim intinya Simon dan julie

Diana: Apa ada projek-projek film lainnya yang sedang kamu kerjakan / rencanakan?
Una: Iya ada, ini aku lagi nulis skenario, cuman karena sibuk magang jadi. Belum tau sama sekali akan selesai kapan.

Diana: Terus harapan kamu untuk ke depan apa una?

Septa Una ©Aurélien Buttin

Una: Jadi direktur artistik di bidang komunikasi sebuah brand yang bikin konsep semua visual communicationnya.
Diana: Mudah-mudahan terwujud ya :) thank you banget untuk interviewnya, nanti kabar-kabarin ya kalau bikin film atau project lain :)

Una: Iya boleh banget, dengan senang hati :)


Untuk melihat lebih jauh karya-karya Septa Una silahkan klik websitenya: www.septauna.com dan kunjungi halaman facebooknya

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Diane Pernet & ASVOFF : www.asvoff.com


Test