CONTACT US

 

 

         

123 Street Avenue, City Town, 99999

(123) 555-6789

email@address.com

 

You can set your address, phone number, email and site description in the settings tab.
Link to read me page with more information.

Mari Ngobrol Tentang.. | Bagaimana Hidup Membentuk Kita

Blog (INA)

Duo penari terkenal dari Jepang AyaBambi dalam kolaborasi oleh AnOther Magazine

Mari Ngobrol Tentang.. | Bagaimana Hidup Membentuk Kita

Diana Rovanio

Saya belajar banyak dari kesalahan saya...Saya berpikir untuk membuat lebih banyak lagi.
— Cheryl Cole

Ketika saya mencapai umur 20 tahun, saya sebenarnya tidak rela meniup lilin ulang tahun saya. Saya merasa bahwa masa remaja saya sudah berakhir dan entah bagaimana, dalam semalam, saya harus menjadi seorang wanita. (sedikit yang saya tahu saat itu bahwa berumur 20 tahun tidak secara otomatis mengubahmu menjadi seorang wanita). Ternyata periode umur 20 tahun saya adalah masa yang penuh gejolak dan menarik. Dari mengalami cinta pertama saya, ciuman pertama, patah hati pertama (dan lebih banyak lagi runtutan patah hati setelah itu), bertualang ke Eropa dengan teman saya Janice, hingga keputusan yang mendorong saya untuk meninggalkan segalanya dan pindah ke Eropa.

Ketika saya menemukan sebuah program yang memungkinkan saya untuk belajar bahasa Perancis dan tinggal dengan keluarga angkat (host family), saya mengambil keputusan itu tanpa ragu. Saya berpisah dengan bekal dukungan dari keluarga saya (meskipun tentunya tidak mudah bagi orang tua saya untuk melepaskan saya, selamanya saya berterima kasih bahwa mereka membiarkan saya memulai petualangan gila ini). Pada saat itu, saya tidak kenal siapa pun  di Paris dan hanya punya modal kemampuan bahasa Perancis yang terbatas. Melihat ke belakang, saya bersyukur akan kenaifan saya karena hal ini melindungi saya dari semua pikiran menakutkan & realitas yang dapat mengecilkan hati.

Tapi saya kira, masa 20-an kita memang masa eksplorasi kan? Untuk membuat kesalahan, untuk bereksperimen, untuk mencari tahu siapa kita dan mengambil resiko tanpa ragu-ragu. Waktu diumur itu, hari esok nampak tak berujung. Walau jam terus berdetik ke usia 30, usia dimana kita seharusnya mengerti arah kehidupan kita dengan lebih baik.

Sekarang di usia 30 saya, rasanya saya telah mencapai banyak hal dan tidak mencapai apapun pada saat yang bersamaan. Boleh ya saya jelaskan :  

Waktu umur 20, saya saya berpikir bahwa waktu umur 30 saya saya akan:

Sukses dalam karir dan pekerjaan impian saya dan menghasilkan banyak uang dan tinggal di loft gaya design industrial keren (ini batin hipster saya sedang berbicara). Dalam imajinasi saya , saya begitu kaya raya sehingga saya dapat traveling kapan saja saja dan kemana saja,  saya dapat menopang keluarga saya dengan apa pun yang mereka butuhkan dan memberikan mereka liburan-liburan yang fantastis. Si diri saya 30 tahun yang menakjubkan ini juga se-elegan Audrey Hepburn dan seseksi Angelina Jolie, dengan para pria yang bertebaran di seluruh kaki saya . - ( Ah ya, selain naif, saya lupa untuk memberitahu kamu bahwa saya memiliki imajinasi yang sangat aktif )

Yah, saya memang belum mencapai standar tinggi yang sangat realistis ini- 

Tapi saya telah mencapai beberapa hal yang saya banggakan;  

  • Bertahan dan berkembang di Paris, mari kita hitung salah satu contohnya ; 8 kali pindah apartemen, YA memang serumit itu untuk menemukan sebuah apartemen tetap di Paris dengan budget terbatas. Penyebab pindah: 1. Pindah dari tempat keluarga angkat (host family) | 2. Pindah ke distrik 15 di Paris berbagi apartemen dengan 2 orang, kemudian mendapat tawaran untuk apartemen saya sendiri. | 3. Pindah ke apartemen di distrik 5, lalu 6 bulan kemudian Pemilik apartemen meninggal. | 4.Roommate gila –pokoknya enggak cocok tinggal bareng sama orang ini. |5. Lolos dari teman sekamar gila kemudian berbagi apartemen 50m2 dengan 3 teman sekerja. Saya tidur di ruang tamu dengan sofa sebagai tempat tidur (agak sempit karena ditinggali 4 orang tapi teman sekamar yang seru membuat suasana menyenangkan). | 6.Sewa kamar dan berbagi apartemen dengan salah satu unit keluarga di Paris. | 7. Pindah ke apartemen baru dan setelah satu tahun pemilik apartemennya harus menjual apartemen itu.| 8. Pindah lagi ke apartemen baru dan berbagi apartemen dengan seorang teman. Semua ini, baru satu sisi dari kehidupan di Paris, belum termasuk segudang kejadian lainnya.
  • Berhasil menemukan dan mengerjakan berbagai pekerjaan paruh waktu untuk menopang diri sendiri. Menjalin persahabatan dengan teman-teman saya yang sekarang saya anggap sebagai keluarga kedua saya, Anda akan menemui mereka di blog ini satu per satu ;). 
  • Mengorganisasi fashion show di Paris!  (tanpa pengalaman sebelumnya, modal optimis, Just Do it!)
  • Mendapatkan gelar Master saya dari IFM (Institut Français de la Mode), yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik sekolah mode di Paris (hal ini berarti melewati satu tahun dengan kopi, keringat, dan air mata - darah saya digantikan oleh jumlah kafein yang saya konsumsi).  
  • Menciptakan dan meluncurkan blog ini sendiri.

Meskipun semua itu mungkin nampak banyak kalau dipikir-pikir, hal ini tidak menghentikan saya dari perasaan bimbang. Saya meniup lilin umur 30 dengan sukacita dan melankoli. Ke mana saya melangkah sekarang? Apakah saya akan menemukan jalan saya? Apakah saya bisa menghidupi keluarga saya dan diri saya di masa depan? Tampaknya semua orang telah melangkah maju dengan kehidupan mereka, membangun keluarga mereka, membangun karir mereka, dan saya, saya masih berada di persimpangan.  

Tadi malam ketika saya sedang berbicara dengan teman-teman yang sudah 3 tahun tak bersua dan bertukar cerita mengenai kehidupan, sesuatu menyala dalam diri saya. Saya menyadari bahwa 6 tahun saya tinggal di Perancis telah mengarah ke titik ini. Ini lucu bukan? Bagaimana kadang-kadang pertanyaan-pertanyaan yang orang lain tanyakan, dapat membimbing kita ke dalam pemahaman diri sendiri.

Saya sadar, apa yang saya benar-benar sukai adalah bercerita, dan untuk terus belajar tentang proses bagaimana sesuatu / seseorang dibangun. Saya sadar, bahwa hal yang paling indah tidak selalu memiliki proses yang paling indah; ada realitas keras yang membentuk sesuatu menjadi indah. Sama dengan kita, sebagai manusia, pandangan hidup kita dan bagaimana kita tiba di saat ini, dibentuk dari pengalaman hidup kita. Ada banyak cerita yang luar biasa dan keindahan yang tersembunyi di semua proses itu. Itulah sebabnya, melalui blog ini, saya berharap untuk berbagi hal-hal yang saya temui juga sedikit hidup saya. Baik ketidak sempurnaan maupun segala suka duka yang saya lewati.

Karena, pada akhirnya, kita semua seperti pengrajin yang sedang mengasah kehidupan kita. Kekuatan untuk mengubah hidup dan memulai kembali, berada di dalam kedua tangan kita, sepanjang nafas mengijinkan. 

Ditulis oleh Diana Rovanio

 


Sumber Video : Aesop, 'The guild of Artisans' Untuk tahu lebih lanjut, klik di sini


 

Test